Minggu, 26 Februari 2012

Pencegahan Seks Bebas

Pencegahan seks bebas perlu dilakukan oleh semua pihak. Hal ini untuk menyelamatkan generasi muda dari perilaku seks bebas / free sex yang pasti tidak sehat. PKBI Pamekasan melalui layanan konsultasi kesehatan reproduksi dan PIK Sebaya selalu berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada para remaja agar terhindar dari dampak negatif seks bebas.

Budaya liberal telah merasuki kehidupan remaja melalui pergaulan hidup bebas. Inilah permasalahan remaja yang membutuhkan perhatian serius dari para ahli kesehatan reproduksi. Mereka yang masih usia sekolah menengah biasanya mudah terpengaruh oleh kehidupan seks bebas karena beberapa faktor. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat semakin menambah kekusutan ini. Pengetahuan yang dangkal tentang bahaya seks bebas menjadi faktor pendorong pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan remaja. Remaja juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang bahanya penyakit kelamin akibat seks bebas.

Peran orang tua dalam pencegahan seks bebas di kalangan remaja sangat penting. Acara televisi yang seringkali justru memiliki dampak negatif pada diri remaja perlu mendapat perhatian dari para orang tua. Dengan melakukan pendampingan saat mereka mononton acara-acara tersebut dapat membantu remaja dalam memahami etika pergaulan dengan lawan jenis. Pengetahuan tentang bahaya HIV – AIDS bisa menjadi warning bagi remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang mengarah pada seks bebas.
Hindari HIV - AIDS

Inilah hal-hal yang bisa dilakukan orang tua dan masyarakat sebagai upaya pencegahan seks bebas di kalangan remaja.

Perhatian dan Kasih Sayang
Perhatian dan kasih sayang orang tua akan membawa kedamaian anak-anak dalam menjalani masa remaja. Orang tua hendaknya memberikan perhatian dengan penuh kasih sayang kepada anaknya. Menyediakan waktu untuk mereka untuk berkeluh kesah tentang semua yang dihadapi seharian merupakan tindakan bijak. Orang tua sebaiknya tidak hanya bisa menyalahkan perilaku remaja tetapi berusaha membantu mereka mencari solusi agar ditemukan jalan keluar terkait masalah yang dihadapi. Seks bebas bisa dihindari jika orang tua memiliki kedekatan emosional kepada anaknya.

Pembinaan Remaja Melalui Tutor Sebaya
Remaja lebih suka curhat dengan teman yang seusia (sebaya) dibanding kepada orang yang lebih tua, bahkan orang tua mereka sekalipun. Hal ini bisa disiasati dengan dibentuk Tutor seusia atau sebaya seperti model pembinaan yang dilakukan oleh PKBI melalui PIK Sebaya. Dengan model komunikasi antar remaja mereka bisa memecahkan masalah mereka sendiri secara terbuka, terutama masalah seks dan kesehatan reproduksi.
Komunikasi efektif yang meliputi Keluarga Berencana - KB, pendidikan seks, penyakit menular, dan kegiatan sosial lainnya dapat mengurangi bahkan menghilangkan perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Penguatan Agama
Penguatan kehidupan beragama yang tertanam pada remaja akan menjadi filter dalam perilaku  pencegahan seks bebas. Agama telah memberikan batasan bagaimana seharusnya manusia menyalurkan kebutuhan biologisnya. Lembaga pernikahan merupakan jalan satu-satunya yang harus ditempuh untuk kehidupan seks yang aman. Karena dengan cara menikah inilah yang bisa membedakan antara manusia dengan binatang. Apabila agama telah tertanam kuat pada remaja maka tanpa pengawasan orang tua pun mereka tahu bagaimana seharusnya kehidupan seks bisa dilakukan.  Perilaku seks bebas salah satunya dipicu oleh lemahnya kehidupan beragama.

Artikel ini ditulis sebagai bentuk keprihatinan terhadap seks bebas / free sex remaja yang marak dan begitu vulgar (diabadikan lewat HP) saat ini. Upaya pencegahan seks bebas  harus dilakukan secara bersama-sama antara orang tua, masyarakat, pemerintah, dan remaja sendiri.

3 komentar:

  1. betul sekali,,setuju banget,, coz skrg sudh g tabu remaja berperillllaku seks bebas ditempat umum,,,,,,,... pngen deh gabung ke pkbi sebaya>>

    BalasHapus
  2. tanda2 org terkena hiv awalanya apa kak??/

    BalasHapus
  3. remaja hasil cetakan zaman modern banyak dampak negatifnya . Gunakanlah teknologi untuk tumbuh bukan untuk runtuh , semangat remaja Indonesia :)

    BalasHapus

Video Kesehatan

Loading...